Takut akan Tuhan adalah Permulaan Pengetahuan

Yang Tercepat Dikalahkan Yang Lebih Lambat

(Ketekunan yang berbuah keberhasilan)


Mungkin kita pernah membaca cerita atau dongeng tentang Kelinci vs Kura-kura yang melakukan pertandingan lari, yang mana dalam cerita tersebut pertandingan dimenangkan oleh kura-kura. 

Jika melihat kemampuan dari si kelinci maka tak mungkin alias mustahil si kura-kura bisa menang. Namun dalam cerita tersebut si kura-kura lah yang keluar sebagai pemenang. 

Pasti ada yang tidak setuju tentang cerita tersebut karena cerita tersebut terkesan mengada-ada dengan alasan yang tak masuk akal yang membuat kelinci bisa kalah. Mungkin kita adalah satu diantaranya yang tidak setuju dengan cerita kemenangan sikura-kura tersebut. 

Dalam kehidupan kita, mungkin kita pernah menemukan kejadian seperti cerita tentang kelinci dan kura-kura tetapi bukan dalam hal lomba lari namun dalam hal kesuksesan. Hal itu antara lain adalah : 

  • ada yang memiliki pendidikan rendah bahkan tidak berpendidikan sama sekali dapat lebih berhasil dari pada mereka yang memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi. 
  • Ada yang memiliki kemampuan sedikit lebih berhasil dari pada mereka yang memiliki kemampuan lebih tinggi. (Kemampuan dalam hal : kepintaran, keuangan, dukungan dll)


Cerita tentang pertandingan antara Kelinci dengan Kura-kura sangat menarik untuk dijadikan pelajaran bagi kita. Cerita tentang kelinci dan Kura-kura mengajak kita untuk intropeksi diri. Jika melihat kemampuan dari si kelinci maka tak mungkin alias mustahil si kura-kura bisa menang tetapi apa yang terjadi ? sikelinci akhirnya kalah. Bagaimana bisa ?. Penyebab kekalahan si Kelinci adalah terlalu menganggap remeh lawannya yang akhirnya menimbulkan kesombong bagi sikelinci. Kesombongan menjauhkan sikelinci dari kemenangan dan mendekatkannya pada kekalahan. Dan kesombongan membuka peluang kemenangan bagi si kura-kura.

Lalu apa yang menjadi rahasia kemenangan sikura-kura ? Apakah dari awal kura-kura yakin akan menang ? tentu tidak. Tetapi kura-kura ingin membuktikan bahwa dia tidak akan menyerah sebelum bertanding. Mungkin jika kita menjadi kura-kura tersebut, mungkin sejak dari awal kita akan menyerah begitu saja pada sikelinci.  Berkat ketekunan, meskipun kura-kura langkahnya sangat lambat tetapi akhirnya dia bisa mencapai garis finish. Ketekunan sikura-kura untuk mencapai garis finish telah menghantarkannya pada kesuksesan.

Demikian juga dengan kita, bahwa kekurangan kita terhadap apa yang dimiliki oleh orang lain tak perlu membuat kita tidak percaya diri atau langsung menyerah sebelum berjuang. kita perlu ketekunan untuk dapat berhasil dan Kura-kura telah membuktikannya. 

by. tommy simatupang




Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Yang Tercepat Dikalahkan Yang Lebih Lambat"