Takut akan Tuhan adalah Permulaan Pengetahuan

Gagal Bukan Karena Tak Mampu (Karena Tak Yakin)

Seorang pemuda  terlihat kagum saat melihat pemandangan gunung yang begitu indah. Sang pemuda ini pun mulai termenung dan membayangkan bila dia bisa sampai dipuncak gunung tersebut.



Sang pemuda pun memutuskan untuk pergi mendaki gunung tersebut. Dengan penuh semangat sang pemuda mulai mempersiapkan diri dan bekal untuk mendaki gunung tersebut. 


Setelah merasa persiapannya cukup matang, sang pemuda pun mulai melakukan perjalanannya dan mencari petunjuk jalan agar ia bisa sampai dipuncak gunung tersebut. Dan akhirnya pemuda itupun bertemu dengan orang yang pernah mendaki gunung tersebut hingga ke puncaknya. 



Sang pemuda meminta kepada orang tersebut agar mau berbagi tentang kisahnya bagaimana ia bisa sampai dipuncak gunung tersebut dan tak lupa juga petunjuk dan arah jalan untuk mendaki agar bisa sampai dipuncaknya. 


Lalu orang itu memberikannya sebuah peta sebagai panduan pemuda itu dan menjelaskan penuh semangat kepada pemuda tersebut dan pemuda itupun sesekali mengangguk seolah dia sudah mengerti. 

Dan akhirnya sang pemuda pun berpamitan dengan orang tersebut agar ia bisa segera mendaki gunung tersebut. 


pemuda itu pun mulai memasuki hutan mengikuti petunjuk orang yang pernah mendaki kepuncak itu, Dengan penuh semangat dan percaya diri, pemuda tersebut yakin akan dapat sampai dipuncak. Dan betapa senangnya hatinya membayangkan itu. 


Setelah berjalan sekian jauh, pemuda itu pun mulai tampak ragu dan mulai bimbang dengan petunjuk orang tersebut. Meskipun demikian si pemuda itu tetap berjalan  namun masih diliputi rasa ragu dan bimbang. Jalan yang dilaluinya pun semakin sulit dan terjal yang semakin menguras tenaganya. 

Jalan yang dilaluinya tidak seindah yang dibayangkannya sewaktu ia memandang gunung tersebut dan tak sedikitpun ada dalam pikirannya kalau ia akan mengalami kesulitan yang seperti dirasakan saat ini, menahan haus dan lapar. 


Jika awalnya bersemangat dan optimis, kini si pemuda itupun seolah-olah telah kehilangan harapan dan berpikir pesimis jika ia tidak akan bisa sampai dipuncak. Dan akhirnya pemuda itu memutuskan untuk tidak melanjutkan pendakiannya karena ia yakin bahwa ia tidak akan pernah bisa sampai dipuncak gunung.



Apa yang menjadi pelajaran dari kisah pemuda yang ingin mendaki gunung diatas ?



Hal mendaki puncak gunung, demikian juga halnya dengan mencapai kesuksesan. Banyak orang hanya melihat kesuksesan seseorang tanpa melihat bagaimana orang tersebut dapat sukses. Sama seperti pendaki diatas yang tidak membayangkan kesulitan-kesulitan yang akan dilaluinya. Banyak orang bertanya dan mengikuti seminar bagaimana caranya agar bisa sukses kepada orang-orang yang sukses sama seperti yang dilakukan pendaki diatas yang bertanya kepada orang yang pernah sampai ke puncak gunung tersebut. 



Dan orang-orang sukses itu pun dengan semangat membuka rahasia sukses mereka kepada mereka yang bertanya.



Namun bagaimana hasilnya ?



Ternyata dari sekian ribu orang yang pergi mendaki puncak gunung hampir 99,99 persen kembali seperti pemuda diatas. 



by. tommy simatupang

















Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Gagal Bukan Karena Tak Mampu (Karena Tak Yakin)"

Post a Comment