Takut akan Tuhan adalah Permulaan Pengetahuan

DISIPLIN BAK TUKANG PANDAI BESI

By : Tommy Simatupang

Ketika berbicara tentang disiplin maka akan sering kali dihubungkan dengan kesuksesan atau keberhasilan. Disiplin identik dengan sebuah keberhasilan karena disiplin mencoba untuk melatih seseorang agar berubah lebih teratur dan terarah. Keteraturan dan keterarahan yang dibentuk dari disiplin dapat merubah pola pikir dan sikap kearah yang lebih baik. Disiplin lebih menekankan sikap patuh dan taat terhadap aturan atau tata tertib yang telah disepakati baik dengandiri kita sendiri maupun dengan orang lain. Sikap patuh dan taat inilah yang membentuk sebuah karakter positif dan yang bertanggung jawab sehingga menghasilkan orang-orang yang siap untuk berhasil.

Disiplin adalah bak tukang pandai besi yang membentuk pedang dari sebuah besi. Seorang tukang pandai besi dalam membuat besi menjadi pedang yang berkualitas membutuhkan waktu. Dan setiap tukang pandai besi memiliki berbagai teknik dan cara dalam membuat besi menjadi pedang tetapi tujuannya adalah sama yaitu untuk menghasilkan sebuah pedang yang berkualitas dan layak untuk dipakai. Jika kita perhatikan lagi seorang tukang pandai besi adalah orang yang sabar dan tekun karena tukang pandai besi dalam membentuk besi menjadi pedang akan memanaskan besi lalu memukulnya lalu memanaskannya kembali lalu memukulnya kembali, hal itu dilakukannya berulang-ulang hingga besi tersebut membentuk sebuah pedang. Setelah besi menjadi pedang, maka pedang itu akan diasahnya hingga menjadi tajam.

Petapah mengatakan bahwa "disiplin adalah kunci keberhasilan". Hal ini menegaskan bahwa disiplin merupakan bagian dari kesuksesan atau keberhasilan. Disiplin menghasilkan sebuah kunci dan kunci ini harus diproses, ditempa dan diasah sebagaimana halnya besi diproses, ditempa dan diasah oleh tukang pandai besi menjadi sebuah pedang.
Disiplin adalah sebuah sikap mengendalikan diri agar lebih teratur dan tertib. Dengan disiplin berarti kita tunduk dan terikat terhadap aturan-aturan yang telah kita buat dan sepakati dengan diri kita sendiri tanpa ada lagi alasan-alasan yang akan kita buat untuk menghindarinya.

Disiplin membutuhkan sebuah pengorbanan, karena disiplin tanpa pengorbanan akan sulit dan mustahil. Disiplin memaksa kita untuk merubah kebiasan-kebiasan yang kita lakukan, melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keinginan hati, tubuh dan pikiran kita dan mengorbankan sesuatu yang mungkin kita suka. Disiplin memaksa kita untuk menolak kompromi dengan berbagai alasan yang mengada-ada. Sebagaimana besi mengorbankan bentuk aslinya menjadi sebuah pedang demikian juga dengan kita.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "DISIPLIN BAK TUKANG PANDAI BESI"

Post a Comment