Takut akan Tuhan adalah Permulaan Pengetahuan

KISAH SUKSES SALON HEWAN KELILING

cuci-pets-kelilingHenny Marlita Pangadjaja tak sengaja menggeluti usaha salon keliling buat hewan ini. Awalnya, Henny hanya pecinta anjing. Sejak kecil, Henny telah memelihara anjing. Baginya, rumah terasa sepi jika tak ada hewan peliharaan, khususnya anjing.

Melepas masa lajang, Henny menikah dengan Suwito Tjahjadi. Sayangnya, sang suami tidak begitu menyukai anjing. Namun sang suami mengizinkannya memelihara anjing dengan syarat si anjing harus selalu bersih dan tidak bau. Henny menyanggupi keinginan sang suami.


Henny yang tinggal di Tangerang harus membawa anjing jenis pudelnya ke salon hewan di Jakarta setiap dua minggu sekali atau selambat-lambatnya satu bulan sekali.

Beberapa kali, dia melakoni aktivitas itu. Dia menyadari jarak Tangerang-Jakarta yang relatif jauh merepotkannya. Kemacetan jalan membuat waktunya habis terbuang dan anjing menjadi stress.

Henny juga memperhatikan anjing terlihat tidak tenang saat akan mandi di salon. Menurutnya, hal ini karena anjing merasa asing dengan lingkungan di mana dia dibersihkan. Si pemilik juga tidak tenang karena tidak bisa melihat hewan kesayangannya saat proses mandi.

Karena itu, Henny mencoba belajar memandikan anjing. Wanita usia setengah baya inipun membaca buku terkait anjing. Dia juga terbang ke Singapura untuk mengikuti kursus salon anjing. Saat di Singapura, peralatan seperti gunting kuku, sisir, alat cukur pun diborongnya.

"Waktu itu kursus dan peralatan salon hewan belum ada di Indonesia," terangnya.

Berbekal kursus dan membaca buku, Henny berani memandikan anjingnya layaknya di salon hewan ternama. Keahliannya semakin terasah seiring waktu. Tangannya mulai berani membersihkan anjing milik kawan atau saudara. Saat itu, bakso atau kue brownis sebagai pengganti jasanya.

salon-hewan-keliling
Pertengahan 2003, Henny mencoba menjajakan jasa salon hewan keliling secara profesional. Berdirilah Happy Pets Mobile Grooming. Saat itu, dia hanya memiliki dua orang karyawan dan satu sepeda motor. Pada 2004, terwujud ide untuk menambah armada mobil salon keliling.

Pengalaman sebagai konsumen yang tidak mau terkena macet saat membawa hewan ke salon dan dampak negatif hewan saat dibawa ke salon merupakan alasan dasar Henny mendirikan salon hewan keliling.

Saat ini, Happy Pets Mobile Grooming telah melayani konsumen di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi. Dalam sehari, ibu dari putri Natashia Bertha Tjahjadi ini bisa memperoleh puluhan pelanggan.

Jasa Henny telah dikenal banyak pelanggan. Wanita yang memiliki 18 ekor anjing ini hanya menunggu telepon dari pelanggan yang meminta datang ke rumah untuk memandikan hewan peliharaan mereka. Terkadang, kucing juga mendapat perawatan dari salon hewan keliling ini.

salon-hewan-motor
Karyawannya bertambah menjadi 30 orang. Armada juga bertambah menjadi 10 motor dan dua mobil. Jasa yang ditawarkannya adalah menyisir, memandikan dan mengeringkan, memotong atau merapihkan bulu jugs hair spa dll.

Sejumlah kendala juga dihadapinya, antara lain jalanan yang macet dan hewan yang sulit dibersihkan menghambat mobilitas karyawannya. Terkadang, Henny mendapat komplain dari pelanggan karena tidak bisa menepati janji. Pelanggan pun harus membuat janji dahulu.

Kendati demikian, Henny optimistis usaha ini memiliki prospek bagus. Saat ini menghadirkan hewan peliharaan di rumah telah menjadi tren. Perawatan hewan di salon bukan barang mewah namun sebuah kebutuhan.

http://www.blog.kedaigadogado.com/2014/11/kisah-sukses-salon-hewan-keliling.html

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "KISAH SUKSES SALON HEWAN KELILING"

Post a Comment