Takut akan Tuhan adalah Permulaan Pengetahuan

Buang saja...tak perlu sayang

Buang saja...tak perlu sayang

(Rasa sayang yang mengorbankan hasil)


Dalam dunia pertanian, baik secara teoritis maupun dalam prakteknya ada aturan tertulis dan tidak tidak tertulis dalam hal menanam. Aturan tersebut bukan bertujuan untuk menyenangkan si-petani atau orang yang menanam tersebut. Tetapi aturan tersebut bertujuan agar tanaman tersebut dapat tumbuh maksimal dan menghasilkan buah yang banyak. 


Salah satu aturan tersebut adalah aturan mengenai jarak tanam antar tanaman. Tanaman memiliki karakteristik berbeda sehingga setiap tanaman memiliki aturan mengenai jarak tanam yang berbeda juga seperti halnya menanam mangga jarak tanamnya adalah 10m x 10m atau 12m x 12m dan jeruk jarak tanamnya 5m x 4m atau 5m x 6m. Dengan jarak yang ditentukan tersebut maka tanaman akan dapat bertumbuh  dan berbuah yang maksimal. 


Mungkin kita pernah membeli atau menanam bibit pohon dan ternyata bibit tersebut lebih dari yang kita perkirakan dan karena rasa sayang terhadap bibit tanaman yang bagus dan cantik tersebut untuk dibuang akhirnya kitapun mengurangi jarak tanam antar tanaman. Dan apa yang terjadi, tanaman tersebut tidak akan bertumbuh dan berbuah maksimal. 

by tommy simatupang 14042018
Read More
Jatuh Kedalam Lobang Yang Sama

Jatuh Kedalam Lobang Yang Sama

Ketika kita membaca judul diatas maka kita akan teringat kepada pepatah yang mengatakan hanya keledai yang jatuh kedalam lobang yang sama. Secara umum keledai dalam pepatah tersebut sering diartikan sebagai orang bodoh dan lobang yang sama diartikan sebagai kesalahan yang sama. 

Mari kita perhatikan karakteristik keledai sebagai berikut*):

  1. Meskipun terlihat kecil, keledai bukanlah hewan yang lemah karena keledai sering dipakai mengangkat dan membawa beban yang berat. 
  2. Keledai bukanlah hewan yang malas tetapi terlihat seperti hewan malas karena langkahnya yang lambat.
  3. Keledai termasuk hewan keras kepala, hal ini mungkin disebabkan oleh insting melindungi diri yang sangat kuat.
  4. Keledai bukanlah hewan bodoh sebagaimana selama ini selalu digambarkan dalam berbagi cerita.

Jika memperhatikan karakteristik daripada keledai diatas, apakah keledai dapat dikategorikan sebagai hewan yang bodoh ? tentu tidak. Lalu kenapa keledai diidentikkan dengan kebodohan ? Mungkin kita akan berkata : "oh, itukan hanya sebuah pepatah". Ok, itu adalah pepatah tetapi bukankah pepatah tidak jauh dari sifat atau gambaran aslinya?. Hal ini bertolak belakang dengan karakteristik daripada keledai tersebut. 

Lalu apa sesungguhnya yang ingin disampaikan oleh si-pembuat pepatah tersebut ?

Melihat asal-usul, bahwa keledai hidup didaerah pinggiran gurun pasir dan daerah yang kering yang tidak dialiri oleh danau sehingga tidak memungkinkan bagi keledai untuk minum sendiri dari danau. Keledai hanya mengandalkan air dari rumput yang dimakan serta minum dari air sumur yang ditimba oleh pemiliknya  sehingga seringkali keledai jatuh kedalam sumur karena ingin minum langsung dari sumur. Dapat dikatakan jika keledai jatuh pasti jatuh didalam sumur.  Mungkin sumur inilah yang dimaksud oleh sipembuat pepatah sebagai lobang yang sama tempat si keledai jatuh ditempat yang sama, dengan cara yang sama dan karena keinginan yang sama. 
by tommy simatupang 14042018






Read More